Dasar ndak tahu malu, adanya hanya jadi banci melulu, apa karna banci sudah halal di negara tercinta kita? Mana ada Ksatria yang bisa legowo dengan kebijakan, pahlawan yang rela miskin berkorban demi kesejahteraan, masih adakah “Hamba” pada kita, manusia di atas merah tanah dan bening air indonesiaku?
Oh seandainya kita bisa berharap lagi, seandainya kami masih boleh memohon, bilakah beta didengar ketika menangis bahwa bangsaku sudah TERLALU, terlalu miskin, terlalu buas makan saudara, terlalu malu berbuat tenggang rasa, telalu hancur untuk sesuatu yang telah remuk sekalipun. Tanah ini telah kering, tapi juga banjir, banjir darah, banjir lumpur, banjir air mata. Air ini telah tercemar, tercemar korupsi, tercemar ingin menang sendiri, merasa yang terbaik bahkan lebih baik dari Tuhan. Aku serasa di jajah, dijajah oleh ambisi, dijajah tanpa wajah, dijajah oleh bangsa sendiri. Aku hampir putus asa, bisakah semua ini membaik atau hanya menunggu mati? aku kuatir jika anak anak kita nanti tak lagi tau ada rasa “bahagia” di negeri ini, aku kuatir cucu-cucu kita nanti tidak tau ada kata “pengabdian” pernah menopang bangsa ini, aku juga kuatir bahwa mereka hanya mengenal kata “HITAM” dan tak cukup tinta untuk membuatnya putih kembali, tak cukup rasa untuk berbela rasa bangkit dari belenggu penjajah yang tak pernah ada yang tahu bahwa ada penjajah, yang membuat kita gerah, membuat kita tidak merdeka lagi. Seadainya kita masih diperkenankan berharap…. aku akan berharap….. apakah bangsaku tetap HITAM, seperti ruang pekat di tengah pembuangan, di bawah kutukan, dibawah ketiadaan masa depan….
Sudah Merdekakah Kita?
Juni 17, 2008 pada 10:38 am (Coretan Ku)

dek jal berkata,
Juni 17, 2008 pada 5:11 pm
mantap that2
ruslan berkata,
Juni 20, 2008 pada 7:59 am
kt2 nya sangat menusuk jiwa,,
kt2 nya sangat menusuk kepala,,
membuat qt lebih akn lbh appreciate pd apa yng tlah orang tua qt lakukan…
……………………………………………..
ttd
Ruslan Ar, ST
Civil Engineer.
T& ES, PT. Arun NGL. Lhokseumawe, North Aceh, Indonesia
ardidompet berkata,
Desember 14, 2008 pada 1:26 pm
hehehehe…
uneg – uneg dari hati nyang paling jero neehhh
kalu seandainya pada nydar semua kaya gitu …
mungkin ga…. pa jadi “ABU-ABU” negri kita ini…